Suatu hari yang gerimis, saya melihat secarik sticky note di pintu kulkas. Terlihat tidak asing, rupanya tulisan suami yang sedikit berantakan, yang berbunyi: “7-7-7. Mari kita coba!”
Pernikahan mereka sebenarnya baik-baik saja. Semua berjalan, akan tetapi semakin lama hidup terasa semakin padat. Antar-jemput anak, tumpukan pekerjaan, latihan, cucian yang tak boleh dilewatkan. Obrolan mereka yang harusnya ada intimasi, berubah menjadi sekadar koordinasi.
“Besok siapa yang jemput anak?” “Tagihan sudah dibayar?”
Hingga tiba suatu malam, setelah anak-anak terlelap dalam mimpi, Si suami menjelaskan maksud dari tulisan tersebut.
“Namanya Aturan 7-7-7. Setiap 7 hari kita harus punya date night. Setiap 7 minggu, kita harus pergi berdua di akhir pekan, dan setiap 7 bulan, kita berlibur tanpa mengajak anak-anak.”
Mendegar hal tersebut alis says terabgkat dan mengatakan, “Terdengar ribet.”
Suami pun tersenyum dan menjawab, “Bukan soal ribet atau mahal, tapi ini soal menjaga keintiman dan kewarasan”
Butuh waktu untuk diyakinkan, tapi akhirnya mereka menjalankan apa yang telah direncanakan.
Aturan 7-7-7
Setiap tujuh hari, mereka meluangkan waktu khusus. Terkadang hanya dinner sederhana di rumah, jalan-jalan keluar sebentar ke tempat favorit. Tanpa ada notif kebisingan dan mengurangi screen time dari gawai, perlahan mereka kembali bercerita, tertawa, dan saling mendengarkan. Bukan sebagai orang tua, tapi sebagai pasangan.
Tujuh minggu kemudian, mereka menitipkan anak-anak dan pergi ke kota kecil yang tak jauh dari rumah. Tidak mewah, tapi cukup untuk bernapas lebih lega. Mereka berjalan santai, mengobrol panjang tanpa terburu-buru, dan tidur tanpa gangguan. Rasanya seperti menemukan kembali ritme yang sempat hilang.
Tujuh bulan setelahnya, mereka duduk berdampingan di tepi pantai, menikmati pagi yang tenang. Di sana, says menyadari sesuatu: mereka tidak sedang memperbaiki hubungan yang rusak. Mereka sedang merawatnya sebelum retak.
Ternyata, kuncinya bukan menunggu masalah datang. Tapi konsisten hadir.
Tujuh hari untuk tetap terhubung.
Tujuh minggu untuk menguatkan.
Tujuh bulan untuk mengingat kembali alasan mereka bersama.
Dan sejak itu, 7-7-7 bukan sekadar aturan—melainkan cara mereka menjaga cinta tetap hidup.
Table of Contents
Read More News on Latest Malaysia
Follow us on:
Read More News on Business News Malaysia
Read More News on SG Business News
Read More News on World Future TV

